Ingin
sekali rasanya pulang ke rumah walaupun hanya beberapa hari. Ini kali kedua
saya meninggalkan rumah, tak terasa sudah satu tahun tiga bulan lebih saya meninggalkan
rumah.
Ingin breakfast,
lunch, serta dinner bersama keluarga, nonton bola bersama, pergi di kebun,
menikmati ramainya suasana rumah ketika mama dan bapak dari pasar membawakan
roti. Bahkan pengen ngerecokin adik-adik ku… apalagi adik perempuanku.
Aku masih
ingat bagaimana rumah pertama kali di bangun, bagaimana bapak seorang lah dengan
gigihnya memasang lantai serta dinding-dinding rumah walaupun sedikit demi
sedikit dan pada akhirnya semua terpasang dengan rapi hanya untuk kita
sekeluarga bisa berkumpul kembali saat itu dan sekarang rumah sudah banyak
berubah terutama perubahan dapur yang dulunya masih beralaskan tanah dan
sekarang dapurnya sudah setengah permanen. Apalagi sekarang sudah ada sumur di
samping rumah. Sementara dulu untuk memperoleh air bersih dan mencuci pakaian
kotor, kami mesti pergi di kali tuluhatombi atau arenda dan sekitarnya.
Aku masih
ingat wajah lelah kedua orang tua ku ketika dari melakukan pekerjaan
sehari-hari mereka bahkan aku masih ingat wajah mereka ketika marah, dan ketika
mereka tertawa bahagia.
Aku masih
ingat, ketika mereka (kedua orang tuaku) memanjakan saya hingga merawat saya
ketika sakit.
Walaupun
rumah kami sederhana, tapi rumah itu membuat kami benar-benar merasa nyaman.
Rasanya beribu cerita tersimpan di dalamnya… dalam cucuran keringat, air mata,
dan tawa bahagia kami terekam di sana.
Kapan ya
saya bisa kembali kesana…
“Aku rindu rumah dan keluargaku seperti ribuan mil yang kutempuh untuk mencari pekerjaan yang layak bahkan rinduku lebih dari itu”
Kangen
Kalian…
Jakarta,
18 Januari 2015
.jpg)

